Postingan

Indikasi Korupsi Diangkatnya Pensiunan Jadi Sekdaprov Jatim

Gambar
Indikasi Korupsi Diangkatnya Pensiunan Jadi Sekdaprov Jatim Pengangkatan Heru Tjahjono sebagai pelaksaan harian sekretaris daerah Provinsi ( Sekdaprov ) Jawa Timur, masih ramai dibicarakan banyak pemerhati pemerintahan. Salah satunya karena ketika diangkat jadi Sekdaprov Jatim Heru sudah berusia 60 tahun dan memasuki masa pensiun. Sabtu ( 27/03/2021 ) Akan tetapi kontroversi tentang Sekdaprov Jatim tidak hanya berhenti di usia saja, ada salah satu pegawai di jajaran Pemprov Jatim yang mewanti – wanti tidak disebutkan namanya menyebutkan "Sekdaprov sangat dekat dengan gubernur Khofifah indarparawansah. Saya dengar Sekdaprov minta jabatannya di perpanjang hingga tahun 2022, agar kendali semua proyek masih didirinya. Pada anggaran 2020 – 2021 ini contohnya sudah berhembus kabar bahwa setiap proyek harus ada cash back 6 – 7% pada Sekdaprov." " tidak hanya proyek, ada dugaan bantuan keuangan dari Pemprov kepada kabupaten/kota juga ada potongan 7% . Akan tetapi gubernur Jatim ...

9 Milyar Dana Pembangunan Museum SBY Bukan APBD Pacitan Tapi Dari Gubernur Khofifah Sumbernya APBD Jatim

Gambar
9 Milyar Dana Pembangunan Museum SBY Bukan APBD Pacitan Tapi Dari Gubernur Khofifah Sumbernya  APBD Jatim "> Bupati Pacitan Indartato membantah dana Rp 9 miliar untuk Yudhyono Foundation bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim). Menurut dia, dana tersebut merupakan dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yakni pemerintah provinsi (pemprov) Jatim untuk pembangunan museum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabupaten Pacitan. "Bukan dari APBD Pacitan. Itu dari pemeritah provinsi yang memberikan bantuan namanya bantuan keuangan khusus (BKK) kepada pemerintah daerah untuk pembangunan museum Pak SBY," katanya pada salah satu siaran TV Nasional Indartato menerangkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pacitan awalnya mengusulkan dana bantuan untuk pembangunan Museum SBY. Kemudian dana yang disebut sebagai bantuan keuangan khusus (BKK) itu diterima oleh Pemda Kabupaten Pacitan pada 9 Desember 2020 lalu. ...

Gak Kapok, Anak Rhoma Irama Lagi-Lagi Ditangkap Karena Narkoba

Gambar
Gak Kapok, Anak Rhoma Irama Lagi-Lagi Ditangkap Karena Narkoba Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia selebritas Tanah Air. Pedangdut Ridho Rhoma kembali ditangkap polisi terkait kasus narkoba. "Benar,' kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Minggu (7/2/2021). Informasi yang diterima detikcom Ridho Rhoma ditangkap oleh jajaran Sat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Ridho ditangkap di sebuah apartemen di pada Kamis (4/2). Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta juga membenarkan soal penangkapan Ridho Rhoma ini saat dihubungi. "Betul. Nanti lengkapnya bisa ditanyakan ke Polda Metro saja," ujarnya. Ini bukan kali pertama anak pedangdut Rhoma Irama ini terjerat kasus narkoba. Ridho Rhoma pernah ditangkap polisi pada 25 Maret 2017 lalu. Polisi saat itu menyita barang bukti sabu seberat 0,7 gram berikut alat isapnya. Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5365044/polisi-kembali-tangkap-ridho-rhoma-ter...

SATYAGRAHA: WARTAWAN YANG TERLUPAKAN

Gambar
SATYAGRAHA: WARTAWAN YANG TERLUPAKAN Oleh: Imron Hasibuan "> Menjelang Hari Pers Nasional, saya memposting ulang tulisan enam tahun lalu tentang seorang wartawan yang seakan terlupakan dalam catatan sejarah pers negeri ini. ------------------------------------- Lelaki tua itu berdiri di tengah pintu rumah sederhana, di sebuah perumahan, di pingggir Kota Bekasi. Perawakannya sedang, agak membungkuk. Sebuah kacamata tebal menempel di wajahnya yang mengguratkan keramahan. "Perkenalkan, saya Satyagraha. Ayo, silakan masuk," katanya, sambil bersalaman. Sesaat kemudian ia pun mulai berkisah. Menjelang Pemilu 1955, pemilihan umum pertama setelah kemerdekan Indonesia, partai-partai politik bersiap, terutama dalam melakukan agitasi- propaganda. Hampir semua partai besar di masa itu telah memiliki surat-kabar yang mendukung. Masjumi, misalnya, punya koran Abadi. PSI didukung Pedoman, yang dipimpin wartawan kawakan Rosihan Anwar. PKI punya organ resmi Harian Rakyat. Bahkan PSII ...

Dukungan umat islam ke Jokowi, itu real

Gambar
Dukungan umat islam ke Jokowi, itu real . Kalau kita mendengar celotehan para simpatisan PKS. Juga pendukung HTI dan FPI, FUI. Mungkin kita beranggapan umat islam engga suka Jokowi. Suara miring dari mereka itu tidak bisa dijadika tolok ukuran. Walau suara mereka gaduh dan sistematis menyudutkan JOkowi, jumlah mereka sangat kecil. Di bawah 10% dan dampaknya kepada umat islam lain tidak ada. Bahkan semakin dihujat Jokowi, semakin orang islam mencintai Jokowi. Mungkin anda anggap saya hanya membual. Atau karena saya pendukung Jokowi sehingga saya terlalu anggap kecil yang tidak suka Jokowi. Engga begitu. Saya berusaha objetif. Pilihan politik saya tidak membuat saya jadi follower buta. Data dan informasi yang paling rasional dibandingkan data dari survey adalah data pasar financial. Pembeli produk pasar uang itu engga ada yang bego. Nah, perhatikan. Tahun lalu bulan oktober, Pemerintah meluncurkan instrumen investasi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR001. Minat investor sangat ...

Hari Ini 36 Tahun Yang Lalu Borobudur di Bom

Gambar
Hari Ini 36 Tahun Yang Lalu Borobudur di Bom Harus masuk dalam buku pelajaran sejarah di sekolah "> Arif B Santoso 23 Januari 2021 jam 08.42·   Persis 36 tahun lalu, Borobudur dibom oleh Abdul Kadir dan Husein bin Ali Alhabsy. Mereka ditangkap Maret 1985. Abdul kadir yang dihukum 20 tahun bebas tahun 1994. Husein yang mendapat hukuman seumur hidup dibebaskan tahun 1999. Arak-arakan terjadi di kota Malang saat dia pulang. Otak dibalik peristiwa itu masih belum ditemukan hingga saat ini. Sejak melihat arak-arakan itu aku berjanji untuk menjaga budaya Nusantara dari ulah mereka.

KEDIRI BUKAN HANYA GUDANG GARAM

Gambar
KEDIRI BUKAN HANYA GUDANG GARAM "> Pramoedya Ananta Toer kurang lebih pernah menulis begini di novelnya, "Kamu boleh pintar setinggi langit, tapi kalau kamu tidak menulis maka kamu akan hilang dari ingatan masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian..." Tetapi kalau menulis thok dan tidak pernah diterbitkan menjadi sebuah buku ya tulisan itu hanya akan menjadi konsumsi sendiri dan tidak begitu berdampak pada orang banyak. Masalahnya seberapa banyak sih ada orang yang mau menjadi penerbit buku? bisnis yang tidak terlalu jelas untungnya? apalagi menerbitkan buku di jaman kolonial Hindia Belanda dan bersaing keras dengan Penerbit Balai Pustaka yang dijadikan satu-satunya penerbitan resmi yang disubsidi oleh pemerintah kolonial? Perkenalkan...inilah Tan Khoen Swie. Seorang Tionghoa yang punya nyali untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas? bukan dengan teriak-teriak sok nasionalis tetapi dengan tindakan nyata. Lahir di Wonogiri tahun 1884 konon ia b...